BREAKING

Monday, February 22, 2016

Warga Banyumas Dihimbau Waspada Gerakan Radikal Berbaju Agama


LDII-BMS/BANYUMAS―”Gerakan-gerakan radikal berbaju agama telah masuk di Kabupaten Banyumas”. Demikian ungkap Dr KH M Roqib MAg, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyumas saat menjadi salah satu narasumber pada Seminar Waspada Gerakan Radikal Berbaju Agama, Selasa (9/12) di Aula Ponpes Roudlotul Qur’an Sirau, Kemranjen Banyumas. Dia meminta warga Banyumas untuk mewaspadai gerakan-gerakan yang meskipun berkedok agama, motifnya seringkali bukan soal agama tersebut.
Roqib mencontohkan, dari berbagai penangkapan yang dilakukan oleh pihak yang berwajib terhadap orang-orang yang diduga sebagai anggota-anggota gerakan Islam radikal atau teroris di Banyumas, diketahui orang-orang yang ditangkap rata-rata adalah anak muda yang kefahaman agamanya relatif masih rendah, dan mengalami kesulitan ekonomi. Oleh karenanya, solusi agar umat Islam dan agama lainnya tidak terpengaruh dengan gerakan-gerakan ini adalah dengan terus meningkatkan kepahaman terhadap ajaran-ajaran agama masing-masing.
Di akhir paparannya Kyai Roqib, yang baru saja terpilih kembali memimpin FKUB untuk periode sampai tahun 2018 menjelaskan, tokoh-tokoh lintas agama di Kabupaten Banyumas terus berupaya untuk mewujudkan kerukunan, kekompakan dan persatuan kesatuan yang sangat penting untuk menciptakan suasana damai sehingga dapat meminimalisir pengaruh-pengaruh gerakan radikal berbaju agama, salah satunya dengan membentuk Forum Guyub Rukun Banyumas sebagai bagian dari kegiatan FKUB, yang anggotanya semua elemen agama.
Narasumber kedua, KH Miftahussurur Lc yang juga pendiri dan ketua pertama FKUB Banyumas menjelaskan, kunci untuk menangkal gerakan-gerakan radikal ini adalah dengan mengupayakan persatuan antar agama-agama yang ada. Hal ini kata Kyai Miftah, harus diawali dengan usaha masing-masing umat untuk medalami secara mendetail ajaran agama masing-masing. Dalam hal ini diperlukan fanatisme beragama dalam arti yang luas dan benar, bukan fanatisme yang sempit dan salah, yang justru akan memecah belah umat.
Selanjutnya perlu diciptakan masyarakat-masyarakat iman, yaitu masyarakat yang didasari dengan keimanan dan aturan-aturan Tuhan, juga masyarakat Rabbani, yaitu masyarakat yang berdiri di atas kepercayaan-kepercayaan yang benar dan keyakinan-keyakinan terhadap ajaran-ajaran Tuhan. Semua itu kata Kyai Miftah, bermuara pada terwujudnya toleransi yang baik, sehingga dapat tercipta persatuan dan kesatuan umat yang kuat.
Proxy War
Sementara Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kol Inf Edison SE MM yang menyampaikan materi utama seminar mengingatkan tentang pentingnya komunikasi yang baik antar umat beragama di Kabupaten Banyumas. Banyak persoalan, menurutnya, yang terjadi akibat tidak terciptanya komunikasi yang baik, atau adanya praktek-praktek komunikasi yang salah. 
Selanjutnya Edison menyampaikan materi tentang Proxy War, yaitu perang dimana salah satu pihak yang terlibat menggunakan pihak ketiga untuk menyerang lawannya. Inilah menurutnya yang terjadi dengan adanya gerakan-gerakan radikal dan berbagai pertikaian di dunia sekarang ini, termasuk gerakan ISIS (Islamic State of Iraq ad Suriah/Negara Islam Irak dan Suriah) yang berpusat di Timur Tengah, dan sekarang pengaruhnya mulai merambah hingga ke Indonesia.
Gerakan-gerakan radikal yang muncul di Indonesia, terang Edison, adalah bentuk dari strategi proxy war yang dilancarkan oleh pihak-pihak tertentu karena adanya kepentingan, baik secara politis maupun ekonomi. Hal ini disebabkan bagitu menariknya Indonesia, dengan berbagai potensi yang dimiliki diantaranya jumlah penduduk muslim terbesar; keanekaragaman suku bangsa, budaya dan wilayah yang luas; letak geografis yang strategis; tanah yang subur; juga kekayaan alam hayati dan non hayati, serta kekayaan laut yang melimpah.
Untuk itu Danrem mengajak kepada seluruh peserta seminar untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, dan memantapkan pemahaman terhadap 4 pilar kebangsaan : Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 1914 dan Keutuhan NKRI; serta yang tidak kalah penting meningkatkan kualitas jiwa dengan meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai moral dan agama. Hal ini yang dapat dilakukan oleh bangsa Indonesia sehingga kedepan bisa menjadi agen-agen perubahan kearah yang lebih baik, menuju cita-cita bangsa Indonesia, dan menangkal pengaruh-pengaruh yang dihembuskan oleh pihak-pihak asing.

Seminar yang diprakarsai oleh FKUB Kabupaten Banyumas tersebut diikuti sekitar 150 peserta, terdiri dari anggota ormas agama, pemuda, pelajar dan santri, juga dihadiri oleh para kyai dan tokoh lintas agama, diantaranya Drs KH Atabik Yusuf Zuhdi (pimpinan Ponpes Roudlotul Qur’an dan mantan Ketua Kemenag dan MUI Banyumas), KH Mukhosis, Pendeta Yunus, Wardi (Ketua Himpunan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME Banyumas), H Sutanto (Pimpinan Ponpes Baitul Machmud Kalibagor dan Ketua DPD LDII Kabuapten Banyumas), serta Wakil Bupati Banyumas, dr Budhi Setiawan yang juga Ketua Dewan Penasehat FKUB.(sbr)


Jika Anda menyukai Artikel atau Berita di website LDII Banyumas, Silahkan Klik Disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel atau berita terbaru yang terbit di Website DPD LDII Banyumas

Post a Comment

 
Copyright IT Staff © 2013 | Jalan Mentri Soepeno No 7 Sokaraja Banyumas 53181 | Telp : (0281) 694191 | Design by DPD LDII KABUPATEN BANYUMAS
Design by ITStaff | RazTech