BREAKING

Monday, February 22, 2016

Tangkal Radikalisme, Generasi Muda FKUB Gelar Dialog Publik


LDII-BANYUMAS/PURWOKERTO―Generasi Muda Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyumas bersama Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Banyumas, Rabu (18/11) menggelar dialog publik dengan tema “Menangkal Gerakan Radikalisme untuk Kemaslahatan NKRI,” bertempat di Aula Pesantren Mahasiswa An-Najah Prompong Purwokerto.

Dialog diikuti oleh utusan dari ormas-ormas Islam di Kabupaten Banyumas, santri Pesma An-Najah, serta pelajar dan mahasiswa di sekitar Purwokerto, juga dihadiri oleh Ketua FKUB Kabupaten Banyumas sekaligus pengasuh Pesma An-Najah, Dr KH M Roqib MAg, pengurus ISNU Banyumas yang juga sekretaris FKUB Kabupaten Banyumas, Dr H Ridwan MAg. Narasumbernya IPTU Sudiyono SH dari  Satuan Binmas Polres Banyumas.

Dr Ridwan dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai wahana sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman terhadap ajaran Islam yang universal dan berkebangsaan. Menurutnya, pemahaman terhadap ajaran Islam misalnya jihad yang tidak komprehensif adalah akar dari munculnya gerakan-gerakan radikal dan terorisme yang semakin gencar akhir-akhir ini.

“Dibutuhkan pemahaman yang menyeluruh dan benar terhadap makna jihad yang telah banyak disalah artikan. Jihad itu tidak harus dimaknai perang, atau diakhiri dengan perang yang hasilnya mati―jihad itu luas wilayahnya dan banyak variannya. Inilah tugas kita, yaitu menggeser wilayah jihad, tidak hanya perang. Kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan juga wilayah-wilayah jihad yang dijelaskan dalam Islam,” imbuhnya.

Sementara Dr M Roqib sebelum membuka acara menjelaskan, kegiatan tersebut berawal dari gagasan para pemuda FKUB, atas dasar keprihatinan terhadap kondisi generasi muda sekarang yang mulai banyak terpengaruh dengan paham-paham radikal. Roqib menambahkan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan salah satu fungsi FKUB, yaitu menciptakan kerukunan umat beragama.

Dalam sesi penyajian materi, IPTU Sudiyono menjelaskan, saat ini pemerintah RI telah mendeklarasikan bahwa Indonesia dalam kondisi darurat terorisme. Sudiyono menambahkan, terorisme adalah extraordinary crime (kejahatan luar biasa) sehingga diperlukan penanganan yang juga extraordinary, yang melibatkan semua elemen bangsa. Sayangnya saat ini penanganan yang dilakukan masih bersifat parsial dan sektoral, belum komprehensif dan integral.

Upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh kepolisian kata Sudiyono, antara lain membangun partnership dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat. Contoh kegiatan yang telah dilaksanakan misalnya pembinaan dai-dai kamtibmas dengan menggandeng lembaga/ormas kegamaan dan orang-orang yang ahli di bidangnya.

Acara berlangsung tertib dan lancar. Para peserta serius mendengarkan pemaparan materi dari narasumber, dan cukup antusias pengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam sesi dialog, termasuk perwakilan dari DPD LDII Kabupaten Banyumas.(sbr)
Jika Anda menyukai Artikel atau Berita di website LDII Banyumas, Silahkan Klik Disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel atau berita terbaru yang terbit di Website DPD LDII Banyumas

Post a Comment

 
Copyright IT Staff © 2013 | Jalan Mentri Soepeno No 7 Sokaraja Banyumas 53181 | Telp : (0281) 694191 | Design by DPD LDII KABUPATEN BANYUMAS
Design by ITStaff | RazTech