BREAKING

Monday, February 22, 2016

Rukun, Kompak dan Kasih Sayang antar Umat-Cara Ampuh Tangkal Pengaruh ISIS


LDII BANYUMASPeningkatan kerukunan, kekompakkan dan kasih sayang antar umat Islam adalah cara paling efektif untuk menangkal pengaruh ideologi Islam liberal termasuk Islamic State of Irak and Suriah/Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang saat ini sedang ramai diperbincangkan di masyarakat.
Demikian pandangan yang dikemukakan oleh Prof Jawahir Thontowi SH PhD, ahli hukum dan antropologi hukum dari UII Yogyakarta, saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional bertema “Gerakan Islam Transnasional dan Ideologi Radikalisme di Indonesia” yang digelar di Ruang Pertemuan Hotel Rosenda Baturraden, Sabtu (22/11/2014).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Jurusan Syari’at dan Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto tersebut bertujuan untuk mengamati perkembangan ISIS, dan mencari formula untuk mencegah penyebaran paham-paham Islam liberal di Banyumas dan sekitarnya. Pesertanya sekitar 40 orang, yang merupakan perwakilan dari pondok pesantren, ormas Islam dan mahasiswa di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.
Jawahir menjelaskan, umat Islam yang rentan terpengaruh oleh berbagai paham Islam liberal rata-rata adalah mereka yang ilmu agamanya kurang dan kondisi sosial ekonominya rendah. Untuk menanggulangi kesenjangan ini katanya, peningkatan kepedulian, rasa saling menghormati dan kesediaan saling membantu antar umat Islam menjadi hal yang harus dilakukan.
Senada, narasumber lainnya, Ahmad Tohari, Budayawan Banyumas dan pemerhati masalah sosial-keagamaan menguatkan pendapat Jawahir. Tohari juga menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda Islam yang akan menjadi garda depan dalam menghadapi tantangan umat kedepan.
Ahmad Tohari merasa prihatin, dan menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi pendidikan generasi muda Islam saat sekarang. Menurutnya, saat ini banyak ironi di masyarakat, misalnya banyaknya orang tua yang giat menanamkan pendidikan umum dan mencukupi kebutuhan-kebutuhan anak-anak mereka akan kesenangan, tetapi urusan pendidikan agama yang jauh lebih penting, tidak diperhatikan.
Siyam Munajat, wakil peserta dari LDII Kabupaten Banyumas mengatakan, kegiatan semacam ini penting dilakukan sebagai penambah wawasan kaum Muslim dan langkah antisipatif terhadap acaman pengaruh Islam radikal yang tidak saja bertentangan dengan norma dan hukum lokal dan nasional, tetapi juga hukum internasional.Tentang pentingnya pembinaan generasi muda Islam Siyam menyebut, LDII telah melakukan kegiatan ini secara teratur, dengan program yang disebut Tri Sukses Pembinaan Generasi Penerus LDII. Tiga sukses yang dimaksud adalah generasi muda LDII memiliki kepahaman agama yang kuat, berakhlakul karimah dan memiliki kemandirian.(sbr)
Jika Anda menyukai Artikel atau Berita di website LDII Banyumas, Silahkan Klik Disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel atau berita terbaru yang terbit di Website DPD LDII Banyumas

Post a Comment

 
Copyright IT Staff © 2013 | Jalan Mentri Soepeno No 7 Sokaraja Banyumas 53181 | Telp : (0281) 694191 | Design by DPD LDII KABUPATEN BANYUMAS
Design by ITStaff | RazTech