BREAKING

Thursday, July 4, 2013

Mutiara Hati

Teknologi telah Menjauhkan Saya dari Allah SWT
(Adverse Effect of Technology)

Oleh : Bambang Kusumanto



Assalamu'alaikum,

Beberapa tahun yang lalu saya berumroh ke Tanah Suci.  Saya sempatkan berkunjung kepada sahabat saya, H. Muhammad Kholil, seorang ulama muda yang telah beberapa tahun bermukim di Makkah dalam rangka memperdalam ilmu Qur'an dan Hadits.
Dari beberapa topik obrolan ringan antara saya dan beliau, beliau berceritera satu hal kecil yang sampai saat ini tidak pernah saya lupakan. 
”Dulu ketika saya belum punya handphone, saya sering rindu kepada anak dan istri saya di tanah air.  Ketika itu saya tidak punya cukup  uang untuk membayar pulsa yang mahal untuk telpon dari telpon umum.  Hati saya menjadi sedih dan pasrah kepada Allah, dalam ketidakmampuan saya mengatasi rasa rindu yang menggebu kepada anak dan isteri saya.  Yang bisa dan sering saya lakukan hanyalah berdo'a kepada Allah SWT, semoga mereka diberikan kesehatan dan kebaikan, sambil membayangkan keadaan anak dan isteri saya ditanah air.  Seringkali tanpa terasa saya meneteskan air mata dalam berdo'a itu."
"Namun kini semenjak saya punya handphone, dan pulsa untuk interlokal relatif terjangkau, ketika saya rindu kepada anak isteri saya, saya serta merta menelpon mereka lewat heandphone.  Seketika hilang sudah rasa rindu saya kepada mereka.  Namun yang saya sayangkan, bersama itu pula saya kehilangan moment indah seperti dulu, dimana saya sering pasrah dan berdo'a kepada Allah, dan tersedu-sedu menangis dalam do'a dan kerinduan saya kepada keluarga saya.  Teknologi telah menjauhkan saya (sedikit) dari Allah (dalam hal ini)”
Saya betul-betul terkejut dan "tersinggung" dengan kalimat terakhir itu, sebab saya juga merasa mengalami hal serupa, tapi tak pernah saya perhatikan.  Saya yakin beliau bukan anti teknologi, karena saya sering menyaksikan beliau berkomunikasi melalui telekonference Skype internet.
Teknologi memang diciptakan untuk mempermudah hidup manusia, namun ada kalanya, kemudahan yang kita peroleh, mengurangi kepasrahan (tawakal) kita kepada Allah SWT, dan kurangnya kepasrahan itu sering menyebabkan semakin berkurangnya kita berdo'a dan memohon pertolongan kepada Allah.
Jangan salah tafsir, tulisan ini bukan anti teknologi.  Saya sendiri bekerja di Lembaga Pengembangan Teknologi. Kemajuan teknologi pada faktanya banyak membantu kehidupan manusia dan membuat banyak orang semakin bersyukur kepada Nya.

Sepenggal kisah ini hanya ingin mengambarkan kegalauan hati seorang Kiai muda yang sangat peka terhadap satu bagian kecil penggunaan teknologi yang memberikan ”adverse effect” terhadap hubungan manusia dan penciptanya. Masih ada contoh yang lebih ”rusak” seperti penggunaan internet untuk penipuan dan pornografi misalnya.  Kisah ini hanya ”cubitan kecil” untuk mencoba mengingatkan kita akan dampak pemakaian teknologi yang kadang kita kurang sadari.
Dari sini pula saya bisa mengerti mengapa beberapa kelompok penganut agama tertentu, seperti kelompok Amish di USA, sampai saat ini tidak mau memakai listrik, dan masih berkendaraan dengan kereta kuda ditengah peradaban Amerika yang sangat modern.

Wassalamu'alaikum.


Diriwayatkan oleh H. Bambang Kusumanto–Jakarta.
Jika Anda menyukai Artikel atau Berita di website LDII Banyumas, Silahkan Klik Disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel atau berita terbaru yang terbit di Website DPD LDII Banyumas

Post a Comment

 
Copyright IT Staff © 2013 | Jalan Mentri Soepeno No 7 Sokaraja Banyumas 53181 | Telp : (0281) 694191 | Design by DPD LDII KABUPATEN BANYUMAS
Design by ITStaff | RazTech